Sindrom Stress Pasca Melahirkan

Setelah bayi Anda lahir, sebagian besar wanita yang setelah melahirkan biasanya mengalami stres dan emosi yang berlebihan. Hal tersebut tentunya secara tidak sadar mereka alami, seperti mengalami perasaan sedih atau bahagia secara tiba-tiba. Mereka akan mengalami hal tersebut sekitar satu hingga tiga bulan. Hal ini terkait dengan sang ibu yang setelah melahirkan, mereka akan merasakan susah tidur dan salah satunya harus merawat bayi yang baru dilahirkannya.

Biasanya kebanyakan dari mereka tergantung pada obat-obatan hanya untuk mengatasi masalah depresi yang mereka hadapi seperti, susah tidur. Namun, berdasarkan studi terbaru yang dipublikasikan di Paris, Perancis, kini depresi pascamelahirkan tidak hanya dapat diatasi secara konseling, tetapi juga bisa untuk mencegahnya. Karena tingkat depresi yang berlebihan dan tidak ditangani secara cepat akan lebih membahayakan bagi sang ibu.

Dengan melakukan konseling, tingkat depresi pascamelahirkan setidaknya akan mengurangi sekitar 40%. Dan bila bantuan konselor dapat didukung oleh sesama ibu, maka resiko depresi yang membahayakan tersebut dapat berkurang hingga 50%.

Dalam konseling terdapat dua teknik yang dilakukan, yaitu konseling dengan “pendekatan perilaku kognitif” dengan cara memfokuskan pola perilaku tidak suka menolong pada sesama ibu, dan konseling “pendekatan berpusat pada orang” dengan berempati dan memberi dukungan terhadap psikologis lain. Dan bila Anda mendapat dukungan dari sesama ibu, maka resiko terkena depresi pada 12 minggu setelah melahirkan akan berkurang.

Berikut beberapa gejala yang dialami selama pascamelahirkan, antara lain :

Sering merasa lelah
Menangis tanpa sebab
Mudah tersinggung
Kurang percaya diri
Merasa cemas
Kurangnya perhatian pada bayi
Terkadang sabar
Rendah diri
Sering merasa gelisah
Sensitif yang berlebihan
Jika Anda percaya Anda sedang menderita dari beberapa gejala-gejala ini, hubungi dokter. Hampir semua reaksi pascamelahirkan bersifat sementara dan bisa diobati.

Apa Penyebab Distress Postpartum?

Mungkin bagi sebagian wanita hamil tidak mengalami masa sulit saat melahirkan. Namun dengan adanya stres yang dialami pascamelahirkan, maka bisa dapat diprediksikan bahwa terdapat perubahan hormon pada wanita yang setelah melahirkan. Karena dengan lahirnya sang bayi, maka sang ibu barupun akan merasa berbeda dengan adanya kehadiran sang anak dan hal inilah yang menyebabkan stres. Faktor-faktor lainpun yang mungkin dipertimbangkan bisa seperti sejarah keluarga depresi, kurangnya dukungan setelah kelahiran, isolasi dan kelelahan.
Penderitaan Distress Postpartum

Bentuk yang paling ringan pada stres pascamelahirkan adalah baby blues. Situasi ini hanya berlangsung beberapa minggu, dan gejalanya tidak memburuk. Yang lebih serius kesusahan bentuk pasca-melahirkan disebut depresi pascamelahirkan (PPD), hal tersebut mempengaruhi sekitar 10% dari semua ibu baru. Perbedaan antara baby blues dan depresi pascamelahirkan dalam frekuensi, intensitas dan durasi gejala. Memiliki masalah tidur adalah salah satu cara untuk membedakan antara keduanya. Jika Anda dapat tidur sementara orang lain cenderung memilih mengurus sang bayi, mungkin Anda mengalami baby blues. Jika Anda tidak bisa tidur karena cemas, mungkin bisa disebabkan karena PPD.

PPD dapat terjadi kapan saja dari 2 minggu sampai 1 tahun setelah kelahiran. Seorang ibu mungkin memiliki perasaan marah, kebingungan, panik dan putus asa. Terutama pada pola makan dan tidur mungkin akan mengalami perubahan. Sang ibu mungkin takut akan melukai bayinya sendiri atau dia akan berpikir tidak dapat merawat bayinya. Dan perasaan lainpun akan timbul seolah-olah dia adalah ibu yang buruk atau bahkan bisa merasa gila. Dalam hal ini kecemasan adalah gejala utama PPD.

Bentuk yang paling serius dari stres pascamelahirkan disebut postpartum psikosis. Dalam situasi seperti ini, sang ibu mungkin memiliki halusinasi, berpikir tentang bunuh diri atau mencoba membahayakan bayinya sendiri.

Sumber: melindahospital.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: